Cerita Cinta

Cerita Cinta (Blue)


 My Love Dosen Killer



Novita Winda Sari
 
            Mentari pagi telah keluar dari persembunyiannya, aku sadar dya telah menyapa ku sedari tadi tapi aku masih enggan untuk bangun meninggalkan pulau kapuk ku yang semalam telah membawa ku berlayar mengenang sosoknya. Bernostalgia bersama bayangnya yang sebenarnya dari dulu sampai kini tak ku tau keberadaannya. Aku menyadari, aku berharap banyak pada nya. Aku ingin dia menyadari betapa aku menyukainya tapi mustahil. Dia tak kan pernah mengerti ingin ku. Sikap diamnya lah yang buat ku merasa tak berarti dimatanya tapi aku tak bisa hilangkan bayangnya begitu saja. Jujur aku benci dia, RENO ANDIKA. Terlepas dari mimpi ku tentang Reno, aku juga enggan bangun karena hal lain yaitu bertemu dengan pak Roirepus dosen ku yang paling killer dikampus. Ahhh,,rasanya bertemu maut jika menghadapinya dalam mata kuliah. Bayangkan, Roirepus adalah dosen paling menyebalkan bagi ku. Dya pernah menyuruh ku berdiri didepan kelas gara-gara aku terlambat SATU MENIT. Ku ulang lagi “SATU MENIT” say. Uhhhh,,, selain itu belajar dengan pak Roirepus juga sangat sangat sangat menegang kan. Pokoknya kalau boleh milih, mending aku dikejar anjing gila dibanding belajar sama dosen satu ini.. tapi jangan sampai juga dikejar-kejar anjing gila,,sama saja kena dua kali namanya. Oke berhenti memikirkan dua hal itu..sekarang saatnya tentang diri ku.
                   Next, Nama ku Andin Winata. Aku adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakak ku seorang pramugari yang lumayan cantik tapi dulu. Kenapa dulu ? karena sekarang kan dia sudah menikah dan punya anak tapi tetap cantik bagi suaminya. Itu tentang kakak ku. Selanjutnya ayah dan ibu. Ayah ku seorang pengacara terkenal seperti Hotman paris tapi bedanya Hotman dikalangan artis sedang Ayah dikalangan petani..hehe lupakan. Ibu ku ? dia seorang dokter. Dia seorang ibu rumah tangga juga dan dia wanita yang paling mulia didunia ku dan keluarga. Ibu ku sungguh luar biasa..baik dan juga cantik. Baiklah, itu sekilas tentang ku..dan ini adalah kisah cinta ku yang berawal dari kata bencia.
            “Andin, bangun sayang. Udah terlalu siang untuk dibilang pagi”. Udah pasti itu suara mama ku.
            “mmm nanti dulu ma, lima menit lagi”. Aku mengacungkan 5 jari ke depan. Kebiasaan lama tak pernah bisa ku tinggalkan.Bangun kesiangan.
            “jangan marah ya kalo nanti kena tegor lagi oleh pak Roirepus”. Ini ni sangking sebelnya, aku juga cerita sama mama tentang my dosen.
            “iya iya Andin bangun”. Ucap ku.
Gedung kuliah yang luar biasa megah dan indah namun membosankan. Aku sudah siap-siap ketemu my dosen yang super killer lagi. Huhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,fighting. Seperti halnya disinetron, aku pun melangkah gontai didepan koridor kampus. Dengan langkah yang sebenarnya dipaksakan, akhirnya aku sampai juga didepan ruang kuliah ku. Ku jelikan mata mencari kursi yang agak tersembunyi dari tampang pak Roirepus.
            “Andin sini aja. Depan,,biar gak bosan lihat tampang pak Roirepus yang ganteng, keren, manis,cakep putih lagi…”. Sasa menganga.
            “tapi nyebelin”. Potong ku membuat Sasa manyun mulutnya. Sasa adalah sahabat ku yang paling setia, dia benar-benar berbeda dari kebanyakan orang lainnya. Dia selalu memahami aku, dia luar biasa baik. Aku sungguh menyayanginya walau terkadang aku sering kali membuatnya sakit hati. Sasa, selamanya dia akan menjadi sahabat ku.
            “ihhh kamu nya aja yang sensi sama pak Roirepus”. Ucap Sasa sambil nyengir kuda.
            “dia nya aja yang nyebelin”. Aku tak ingin kalah dari Sasa.
            “atau jangan-jangan dosen kita tu suka sama kamu ”.
            “amit-amit”. Aku berucap cepat-cepat.huhh jangan sampai aku dan si Roirepus itu pacaran, bisa-bisa dunia jadi gonjang ganjing.

            Akhirnya selesai juga bertatap muka dengan dosen nyebelin itu, sekarang aku sedang berada didepan cermin besar yang tergantung di toilet gedung perkuliahan. Jujur saja, aku tengah memikirkan perkataan Sasa tadi.
            “jangan-jangan dosen kita tu suka sama kamu”. Perkataan Sasa ini benar-benar membuat ku tak bisa konsen dengan perkuliahan hari ini. Bukan GR tapi nyatanya tak jarang Roirepus menatap ku diam-diam ketika menjelaskan pelajaran. Jika memang suka tak terlalu keterlaluan juga karena usia kami tak terpaut begitu jauh. Dia 25 dan aku 20.
            “ahhhh bodoh, apa yang baru saja kupikirkan tentang dosen killer itu ?. ihhh jangan sampai suka sama dia atau jangan-jangan selama ini aku udah suka sama Roirepus ?. oh tidak.”. erang ku dalam kesendirian. Menyadari betapa bodohnya aku karena berfikir demikian.
“Ayo lh Andin, dia dosen mu yang sering membuat mu kesal setengah mati”. Ucap ku lagi tapi dalam hati.
Baik lah hari sampai di sini saja,, aku akan melakukan rutinitas ku yaitu tidur siang..hahaha. yah begini lh seorang Andin, salah satu hobi nya adalah tidur siang.
 “huammmmmmm..ahggggg masih ngantuk. Baru tidur jam 2 tadi, ehh sekarang udah di suruh bangun lagi”. Gerutu ku malas.
“ya ampun Andin,,noh diluar ada yang nyariin”
 “uhhh siapa sih ma ? ini tuh udah jam 5. Andin malas ahhhh”. Aku cuek dengan tamu ku.
“lihat dulu gihhh siapa yang datang”. Mama menyuruh ku. Aku pun dengan malas-malasan keluar menemui tamu ku dan………. Apa yang ku lihat. Dosen killer ku,,,ahhhh dengan keadaan yang super duper berantakan aku keluar menemuinya. Belum cuci muka dan masih dipenuhi oleh belek-belek gak jelas. Oh tidak,,,aku malu. Tapi kenapa harus malu ? toh dia bukan pacar ku atau teman ku…tapi………dia dosen ku. Bukan kah itu lebih memalukan lagi. Sekali lagi dengan gaya malas-malasan aku bertanya”ada apa pak ????????????”.
Dan dia menjawab “nggak pa-pa. emang gak boleh main ???”. mampus. Dia bilang apa ? gak boleh main ?..ihhh dia seperti anak ABG aja.
“ohhhhh,,aku mandi bentar”. Sial. Kenapa aku malah berucap demikian ?.
“baiklah”. Tanggap nya.
   Selesai mandi aku dan my dosen malah ngobrol banyak. aneh nya, gak ada sama sekali rasa canggung antara dosen dan mahasiswa. Dia juga ngajakin aku jalan..dan gak tau kenapa aku pun menganggukkan kepala.
  Di saat jalan berdua aku merasakan getaran aneh yang buat ku agak sedikit gugup. Ahhh ini pasti pengaruh ucapan Sasa. Seketika aku serasa ingin mengulang waktu dan membungkam mulutnya agar tidak jadi mengucap kan kata”jangan-jangan dosen kita suka sama kamu”. Oh benar-benar aneh.
 “ehhh”. Aku kaget. Dia pegang tangan ku. Tidak, lebih tepatnya menggenggam erat tangan ku. Aissssss entah apa yang terjadi,,aku malah tersenyum dan balik menggeenggam erat tangan nya. Mungkin cinta..haha.
 “Andin…kamu percaya kalo aku bilang aku sayang kamu ??”. ucap nya tiba-tiba yang mengejutkan aku.
“aku sayang kamu. Jujur, semakin saya memperlakukan kamu dengan ketus, semakin saya merasa ada yang berbeda dari diri saya. Gimana dengan kamu ????”. aku nya. Aku bengong, masih tak percaya bisa mendengar sesuatu yang sebenarnya tanpa ku sadar sudah ku tunggu dari dulu. Menyadari aku yang masih berada dalam dunia ku, dia malah mencium kening ku. Ya amppun aku sunggguh terrkejut dengan perlakuannya tapi seperti nya aku menyukai itu.hahaaa.
“gimana ?? bisa kah kamu juga mencintai ku ???”. Dia bertanya lagi. Ahhhhh aku bisa gila ini. Tapi apa yang mesti ku jawab. Bingung . iya kan sekarang atau nanti saja.
“iya,, aku juga mencintai mu”. Tap… itu lah kejujuran hati. Hari ini aku resmi menjadi pacar dosen ku. Hahaha gak nyangka.
“makasih.. mulai sekarang kamu adalah pacar saya”. Ucap nya. Dia mencium tangan ku, aku pun tersenyum.
            Ternyata benar, cinta itu tak akan pernah  bisa di ukur. Kita tidak akan tau untuk siapa dia ada dan dari siapa ia datang. Dari nya aku belajar kedewasaan. Dari nya aku belajar arti cinta yang rumit. Aku telah memilih untuk bersama nya dan aku siap melewati apapun perbedaan di antara kami.
            Tentang sahabat ku, orang tua, tentu mereka tau tentang aku dan dosen ku. Dan tentu juga mereka setuju karena bagi mereka kebahagiaan ku adalah yang terbaik. Thanks mama, papa dan my friend Sasa. Hari-hari kini ku jalani sedikit berbeda,,lebih seru dan ramai karena my dosen killer yang telah buat ku jatuh cinta. Thanks buat dia dan satu kata yang selalu ingin ku ucap I LOVE YOU FOREVER MY DOSEN KILLER.
THE END.
By NWS..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI GALAU

Patah_Awindsari_

InspirasiAwindsari